Friday, June 19, 2009

Ketika perpisahan menjadi solusi dari suatu permasalahan

Sebenernya aku males banget ngeposting hal hal yang berbau kesedihan di blog ini, aku ngk tau kenapa, apa karena aliran kami ini yang masih berbau emo yang cukup kental dimana emo itu bercerita tentang kesedihan, kesendirian dan luka, makanya kita selalu terluka seperti ini. cerita sedih ini diawali dan disebabkan karena bassist kami yang bernama Tedy harus meninggalkan pulau ini, karena panggilan orang tua. sangat menyedihkan, kemaren kita baru manggung di peanut, ngk terlalu spesial sih, tapi juga ngk jelek, selese manggung kita nongkrong di kuta, sedih banget rasanya, ngobrolin tentang masa lalu, kebahagiaan, perjalanan kita meraih semua ini... secara ngk langsung kita sadarari, OZORA sudah mulai mencuri perhatian orang-orang, dimana kami memiliki karakter tersendiri, ketika manggung. kami bisa menjadi sosok lain selain diri kami ini, menjadi seseorang yang ganas, dan itu hanya bisa dilakukan oleh, Aswin, Tedy, reza, Oka, dan igo... namun salah satu pilar tiang pancang itu akan pergi, mau ngk mau maka akan terjadi kepincangan pada band ini, sungguh sangat menyedihkan...
Kemaren udah terjadi pembicaraan kalau kita semua sudah sepakan bakalan jalan terus, bakal tetep semangat ngadepin apapun itu namanya, ngk peduli... tapi yang namanya perasaan emang ngk bisa diboongi, jujur kita pasti akan kehilangan bassist kami... mungkin kita bisa aja nyari auditional bassis, tapi gmn yah, apakah doi segila dan sebodoh tedy, sementara ozora itu tidak lain dibentuk oleh sekumpulan orang konyol yang pengen terkenal lewat cara ngeband, arghhhhhhhhh.. sungguh sangat dilematis keadaan ini, semoga saja kita bisa keluar dari permasalahan ini...
Tanggal 28 juni 2009 merupakan panggung terakhir tedy bersama ozora... semoga itu menjadi kenangan yang paling indah yang diberikan oleh tedy sebelum kepergiannya ke pulau jawa...
Good luck my brother, we may have the differrent way, but you're still part of us...
GBU

No comments:

Post a Comment